Lab 09 - Operasi Disk (revisi 140513-r02)

Bagian Pertama : Persiapan

  1. Silahkan buka Tiny Core di Virtual Box dan login dengan account tc dan password yang anda buat.
  2. Bila anda tidak membawa ova hasil export minggu lalu, lakukan tutorial Ampun! Saya Lupa Bawa Ova!
  3. Masuk ke direktori KELAS/NPM di home directory tc anda, lalu buat direktori Lab09 dan masuk ke dalamnya. Sebagai contoh di sini KELAS saya adalah TESTING dan NPM saya adalah 1202000818, ganti dengan KELAS anda (A140, B140, C140, D140, E140, EXT140) dan NPM anda.
    $ cd TESTING/1202000818/
    $ mkdir Lab09
    $ cd Lab09
  4. Mari mengambil token yang akan kita gunakan untuk pekerjaan hari ini.
  5. Buat berkas catat-Lab09.txt, masukkan teks berikut sebagai isi:
    ZCZC [KELAS] TGS LAB09 [TANGGAL]
    ZCZC [TOKEN] LOG [KETERANGAN]
    
  6. Mulai pencatatan kegiatan anda hari ini dengan mengaktifkan fungsi script.
    $ script -a catat-Lab09.txt
    

Bagian Kedua : Tutorial Membuat Partisi dan Memformat Disk

  1. Berkas ova Tiny Core yang biasa kita pakai sebenarnya punya lima hard disk virtual yang dapat dilihat di bagian setting Virtual Box, tetapi yang saat ini dipakai baru satu hard disk yang menjadi hard disk sistem. Jadi untuk lab kali ini kita akan mempelajari operasi - operasi apa saja yang dapat dilakukan untuk hard disk.
  2. Ketika kita sudah masuk ke Tiny Core, kita dapat mencoba mengakses isi hard disk yang lain dengan mount volume hard disk tersebut. Tetapi untuk saat ini ketika kita membuka aplikasi mount, hanya ada satu list hard disk yang terlihat, karena hard disk virtual lain belum mempunyai file system yang bisa dipakai untuk operasi.
  3. Lihat list device disk yang ada di Tiny Core dengan menggunakan perintah cat /proc/partitions|grep sd. Anda akan melihat output seperti gambar di bawah ini. Lima harddisk virtual yang dimaksud adalah sda,sdb,sdc, dan sdd .
  4. Simpan hasil keluaran perintah di atas ke sebuah berkas bernama hasil.txt sebagai berikut :
    $cat /proc/partitions|grep sd > hasil.txt
    
  5. sda, sdb, sdc, sdd, dan sde merupakan berkas-berkas yang disebut sebagai block device file. Berkas tersebut mewakili perangkat I/O seperti hard disk, flash disk, memory card, dan CD/DVD ROM. Perangkat tersebut menulis data dalam bentuk block, yakni sebuah sekuens bytes dengan nominal tertentu, misal 512 bytes atau 4 kilobytes pada harddisk.
  6. Block device file terletak pada direktori /dev. Cobalah cek berkas disk untuk sda pada direktori /dev dengan perintah ls -lah /dev/sda*. Anda akan mendapatkan keluaran seperti pada gambar berikut.
  7. Simpan hasil keluaran perintah di atas ke berkas hasil.txt:
    $ls -lah /dev/sda* >> hasil.txt
    
  8. Cermati lebih lanjut gambar dalam langkah 6! Anda tidak hanya melihat /dev/sda dalam keluaran perintah yang dijalankan, tetapi Anda juga melihat /dev/sda1 - /dev/sda9. Hal ini menyatakan bahwa Tiny Core secara default mendukung pembuatan 9 buah partisi pada sebuah disk. Partisi merupakan metode untuk membagi ruang-ruang penyimpanan dalam disk. Partisi tersebut dapat kita format dengan sebuah file system agar dapat digunakan.
  9. Sebuah partisi yang telah diformat harus di-mount (dikaitkan) pada sebuah direktori agar dapat digunakan. Gunakan perintah berikut untuk mengetahui letak titik mount dari partisi /dev/sda1.
    $cat /proc/mounts | grep sda1
    
  10. Dari perintah di atas Anda akan mendapatkan keluaran seperti pada gambar di bawah. Terlihat bahwa /dev/sda1 di-mount pada direktori /mnt/sda1.
  11. Simpan juga keluaran perintah di atas pada berkas hasil.txt.
    $cat /proc/mounts | grep sda1 >> hasil.txt
    
  12. Sekarang kita akan memakai device sdb dan membuat hard disk tersebut menjadi sebuah partisi. Gunakan perintah sudo fdisk /dev/sdb sehingga anda akan masuk ke dalam konsol fdisk seperti gambar di bawah ini.

    TIPS: Jika pada langkah - langkah berikutnya anda melakukan kesalahan, anda bisa membatalkan proses dengan command q.
    1. Cek partisi dari device sdb dengan memasukkan command/perintah p.
    2. Jika ada output /dev/sdb1, hapus partisi tersebut dengan command d.
    3. Lihat lagi tabel partisi dengan memasukkan command p.
    4. Jika sudah tidak ada entri /dev/sdb1, lanjutkan ke perintah selanjutnya.
  13. Buat sebuah partisi baru yang merupakan primary partition dengan menggunakan perintah n kemudian p pada konsol fdisk seperti gambar di bawah ini.
  14. Ketika fdisk menanyakan mengenai partition number yang diberikan, masukkan angka 1. fdisk kemudian akan menanyakan mengenai first cylinder yang menjadi awal dari partisi, masukkan juga angka 1 pada prompt. Untuk pertanyaan last cylinder jawablah dengan ukuran disk yang diinginkan. Untuk tutorial ini kita akan menggunakan seluruh disk menjadi satu partisi tunggal, maka jawablah dengan +2140M. Tekan enter setelah selesai menjawab pertanyaan terakhir.
  15. Cek status partisi Anda dengan kembali memasukkan perintah p pada konsol fdisk, Anda akan mendapatkan keluaran seperti di bawah ini. Partisi dengan nama /dev/sdb1* telah tercipta pada disk /dev/sdb. Setelah memastikan hal tadi, silahkan menulis perubahan yang anda buat dengan memasukkan perintah w.
  16. Untuk dapat memakai partisi yang telah kita buat, hard disk akan kita format dengan menggunakan file system ext4 dan nama LATIHAN. Gunakan perintah berikut
    $sudo mkfs.ext4 -L LATIHAN /dev/sdb1
    
  17. Tunggu sebentar hingga proses pemformatan selesai.
  18. Sekarang kita akan mencoba mount hard disk yang telah kita format.
    $sudo mkdir /mnt/sdb1
    $sudo mount /dev/sdb1 /mnt/sdb1
    

    Perintah di atas sebenarnya sama dengan kita mengakses Mount Tool, lalu klik sdb1 yang berwarna merah (unmounted)

    sehingga berwarna hijau (mounted)
  19. Masuk ke /mnt/sdb1, Unduh berkas berikut ke dalam hard disk baru anda.
    $ cd 
    $ wget http://kambing.ui.ac.id/tinycorelinux/4.x/x86/release/TinyCore-current.iso
    $ sudo cp TinyCore-current.iso /mnt/sdb1/
    $ cd /mnt/sdb1
    
  20. Lakukan perintah di bawah untuk menyimpan data dan hasil direktori di sdb1
    $ ls -al >> /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09/hasil.txt
    $ sudo /sbin/blkid | grep /dev/sdb >> /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09/hasil.txt
    
  21. Lihat isi berkas hasil.txt
    $ cd /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09
    $ cat hasil.txt
    

Tugas

  1. Sekarang, silahkan mengulangi langkah 12 - 21 di atas untuk mengolah device sdc, dengan perubahan bahwa anda akan membuat dua partisi dengan spesifikasi sebagai berikut:
    1. sdc1: type: primary, partition number: 1, ukuran: cylinder 1 - 130, file system: ext3, nama: NPM anda,
    2. sdc2: type: primary, partition number: 2, ukuran: cylinder 131 - 261, file system: ext3, nama: TOKEN anda.

BONUS: Anda akan mendapat bonus 5% jika anda melakukan partisi sdc2 dengan type extended logical.

Pengumpulan Tugas

  1. Hentikan pencatatan script.
    $ exit
  2. Eksekusi script genbio
    $ genbio
  3. Lakukan tutorial md5sum.
  4. Lakukan tutorial pemeriksaan.
  5. Keluar dari direktori Lab09, lalu buat berkas KELAS-NPM-Lab09.tar.bz2 dengan isi direktori Lab09. Sebagai contoh di sini KELAS saya adalah TESTING dan NPM saya adalah 1202000818, ganti dengan KELAS anda (A140, B140, C140, D140, E140, EXT140) dan NPM anda.
    $ cd ..
    $ tar cvjf TESTING-1202000818-Lab09.tar.bz2 Lab09/
  6. Lakukan Pengumpulan Tugas di Scele untuk mengumpulkan berkas tar anda yang berisi:
    1. myself.txt
    2. hasil.txt
    3. catat-Lab09.txt
    4. .periksa
    5. MD5SUM
    6. MD5SUM.asc
  7. Lalu jalankan lagi Tutorial Export Tiny Core yang sudah diubah di Virtual Box. Simpan berkas hasil export ke flash disk anda untuk dibawa minggu depan.
  8. Demikian tutorial hari ini.

Kembali ke Wiki