Format Hard Disk (revisi 141117-r01)

Kembali ke Lab 09

Bagian Pertama: Tutorial Membuat Partisi dan Memformat Disk

  1. Berkas ova Tiny Core yang biasa kita pakai sebenarnya punya lima hard disk virtual yang dapat dilihat di bagian setting Virtual Box, tetapi yang saat ini dipakai baru satu hard disk yang menjadi hard disk sistem. Jadi untuk lab kali ini kita akan mempelajari operasi - operasi apa saja yang dapat dilakukan untuk hard disk.
  2. Ketika kita sudah masuk ke Tiny Core, kita dapat mencoba mengakses isi hard disk yang lain dengan mount volume hard disk tersebut. Tetapi untuk saat ini ketika kita membuka aplikasi mount, hanya ada satu list hard disk yang terlihat, karena hard disk virtual lain belum mempunyai file system yang bisa dipakai untuk operasi.
  3. Lihat list device disk yang ada di Tiny Core dengan menggunakan perintah cat /proc/partitions|grep sd. Anda akan melihat output seperti gambar di bawah ini. Lima harddisk virtual yang dimaksud adalah sda,sdb,sdc, dan sdd .
  4. Simpan hasil keluaran perintah di atas ke sebuah berkas bernama hasil.txt sebagai berikut :
    $cat /proc/partitions|grep sd > hasil.txt
    
  5. sda, sdb, sdc, sdd, dan sde merupakan berkas-berkas yang disebut sebagai block device file. Berkas tersebut mewakili perangkat I/O seperti hard disk, flash disk, memory card, dan CD/DVD ROM. Perangkat tersebut menulis data dalam bentuk block, yakni sebuah sekuens bytes dengan nominal tertentu, misal 512 bytes atau 4 kilobytes pada harddisk.
  6. Block device file terletak pada direktori /dev. Cobalah cek berkas disk untuk sda pada direktori /dev dengan perintah ls -lah /dev/sda*. Anda akan mendapatkan keluaran seperti pada gambar berikut.
  7. Simpan hasil keluaran perintah di atas ke berkas hasil.txt:
    $ls -lah /dev/sda* >> hasil.txt
    
  8. Cermati lebih lanjut gambar dalam langkah 6! Anda tidak hanya melihat /dev/sda dalam keluaran perintah yang dijalankan, tetapi Anda juga melihat /dev/sda1 - /dev/sda9. Hal ini menyatakan bahwa Tiny Core secara default mendukung pembuatan 9 buah partisi pada sebuah disk. Partisi merupakan metode untuk membagi ruang-ruang penyimpanan dalam disk. Partisi tersebut dapat kita format dengan sebuah file system agar dapat digunakan.
  9. Sebuah partisi yang telah diformat harus di-mount (dikaitkan) pada sebuah direktori agar dapat digunakan. Gunakan perintah berikut untuk mengetahui letak titik mount dari partisi /dev/sda1.
    $cat /proc/mounts | grep sda1
    
  10. Dari perintah di atas Anda akan mendapatkan keluaran seperti pada gambar di bawah. Terlihat bahwa /dev/sda1 di-mount pada direktori /mnt/sda1.
  11. Simpan juga keluaran perintah di atas pada berkas hasil.txt.
    $cat /proc/mounts | grep sda1 >> hasil.txt
    
  12. Sekarang kita akan memakai device sdb dan membuat hard disk tersebut menjadi sebuah partisi. Gunakan perintah sudo fdisk /dev/sdb sehingga anda akan masuk ke dalam konsol fdisk seperti gambar di bawah ini.

    TIPS: Jika pada langkah - langkah berikutnya anda melakukan kesalahan, anda bisa membatalkan proses dengan command q.
  13. Buat sebuah partisi baru yang merupakan primary partition dengan menggunakan perintah n kemudian p pada konsol fdisk seperti gambar di bawah ini.
  14. Ketika fdisk menanyakan mengenai partition number yang diberikan, masukkan angka 1. fdisk kemudian akan menanyakan mengenai first cylinder yang menjadi awal dari partisi, masukkan juga angka 1 pada prompt. Untuk pertanyaan last cylinder jawablah dengan ukuran disk yang diinginkan. Untuk tutorial ini kita akan menggunakan seluruh disk menjadi satu partisi tunggal, maka jawablah dengan +2140M. Tekan enter setelah selesai menjawab pertanyaan terakhir.
  15. Cek status partisi Anda dengan kembali memasukkan perintah p pada konsol fdisk, Anda akan mendapatkan keluaran seperti di bawah ini. Partisi dengan nama /dev/sdb1* telah tercipta pada disk /dev/sdb. Setelah memastikan hal tadi, silahkan menulis perubahan yang anda buat dengan memasukkan perintah w.
  16. Untuk dapat memakai partisi yang telah kita buat, hard disk akan kita format dengan menggunakan file system ext4 dan nama LATIHAN. Gunakan perintah berikut
    $sudo mkfs.ext4 -L LATIHAN /dev/sdb1
    
  17. Tunggu sebentar hingga proses pemformatan selesai.
  18. Sekarang kita akan mencoba mount hard disk yang telah kita format.
    $sudo mkdir /mnt/sdb1
    $sudo mount /dev/sdb1 /mnt/sdb1
    

    Perintah di atas sebenarnya sama dengan kita mengakses Mount Tool, lalu klik sdb1 yang berwarna merah (unmounted)

    sehingga berwarna hijau (mounted)
  19. Masuk ke /mnt/sdb1, Unduh berkas berikut ke dalam hard disk baru anda.
    $ cd 
    $ wget http://kambing.ui.ac.id/tinycorelinux/4.x/x86/release/TinyCore-current.iso
    $ sudo cp TinyCore-current.iso /mnt/sdb1/
    $ cd /mnt/sdb1
    
  20. Lakukan perintah di bawah untuk menyimpan data dan hasil direktori di sdb1
    $ ls -al >> /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09/hasil.txt
    $ sudo /sbin/blkid | grep /dev/sdb >> /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09/hasil.txt
    
  21. Lihat isi berkas hasil.txt
    $ cd /home/tc/[KELAS]/[NPM]/Lab09
    $ cat hasil.txt
    

Bagian Kedua: Tugas

  1. Sekarang, silahkan mengulangi langkah 12 - 20 di atas untuk mengolah device sdc, dengan perubahan bahwa anda akan membuat dua partisi dengan spesifikasi sebagai berikut:
    1. sdc1: type: primary, partition number: 1, ukuran: cylinder 1 - 130, file system: ext3, nama: NPM anda,
    2. sdc2: type: primary, partition number: 2, ukuran: cylinder 131 - 261, file system: ext3, nama: TOKEN anda.

BONUS: Anda akan mendapat bonus 5% jika anda melakukan partisi sdc2 dengan type extended logical.

Kembali ke Lab 09
Kembali ke Wiki